Memaknai Nilai-Nilai Spiritual Ibadah Haji

Masjid Agung At-Tin merupakan salah satu masjid yang terbesar di wilayah DKI Jakarta yang terletak di Jl. Raya Taman Mini Jakarta Timur. Masjid ini banyak di gunakan untuk kegiatan-kegiatan agama yang salah satunya adalah di gunakan untuk shalat Jumat berjamaah bagi kaum muslim yang berada disekitar masjid dan waraga masayarakat baik dalam wilayah DKI Jakarta maupun dari luar kota Jakarta yang kebetulan mengadakan kegiatan perjalanan religi ke Masjid Agung At-Tin.

Pada Jumat tanggal 21 Agustus 2014 diselenggarakan juga shalat Jumat berjamaah. Bertindak sebagai imam adalah Ustadz H.Achmad Fauzi Lubis,M.A yang merupakan salah satu imam masjid agung At-Tin, bertindak sebagai muazin adalah Ustadz H. Solehudin,M.P.D yang juga adalah salah satu imam masjid agung At-tin. Sedangkan yang bertindak sebagai khotib adalah DR. Bambang Irawan,M.A dosen  dari Universitas Islam Negeri (UIN) Salat Jumat berjamaah ini diikuti sekitar 5.000 jamaah.

Dalam khutbahnya khotib DR. Bambang Irawan menyampaikan bahwa, ibadah haji merupakan ibadah puncak dalam agama Islam, yang merupakan perpaduan segala macam ibadah. Ibadah haji adalah ibadah Jasadiyyah (fisik), Maliyah (harta), Qalbiyah ( Hati ) dan Ijtimiyyah (sosial), karena baru wajib dilaksanakan oleh muslim  atau muslimah yang telah memiliki Istithaah (kesanggupan) baik dari berupa bekal untuk berangkat ke tanah suci dan bekal untuk keluarga yang ditinggalkan maupun berupa kemampuan fisik dan mental (sehat dan sanggup) menjalankan manasik (tata cara) haji.

Setiap Muslim pasti mendambakan untuk bisa menunaikan ibadah haji, karena memang menunaikan ibadah haji merupakan panggilan Allah SWT. Menjadi haji adalah menjadi tamu Allah dirumah-Nyadan ditanah suci-Nya.Para hujjaj (jamaah haji) adalah tamu yang “diundang” oleh Allah agar mereka dapat mensyukuri nikma-Nya dan dapat mengambil aneka manfaat dan pelajaran berharga.

Khatib juga menyampaikan bahwa, Haji sudah mulai diserukan oleh Nabi Ibrahim As, mempunyai banyak manfaat, baik dari segi sosial, ekonomi, budaya, pendidikan maupun spiritual. Bagi umat Islam, haji diyakini tidak hanya sekedar atau rukun Islam, melainkan juga dapat menghapus segala dosa masa lalu, membersihkan diri dari segala noda karena yang bersangkutan langsung memohon kepada Allah di tempat yang sangat mustajab yaitu tanah suci ( Multazam, Maqam Ibrahim, Hijir Ismail, Arafah, Muzdalifah, Mina dan Raudhah dan lain-lainya)

Khatib juga mengingatkan bahwa, dengan berhaji , muslim dapat memiliki jiwa persatuan, persaudaraan dan persamaan  diantara sesama umat manusia, karena hampir semua golongan,warna kulit, suku dan ras hadir memenuhi panggilan Allah dirumah-Nya. Ibadah haji juga menambah syiar agama Islam, sehingga semangat para jamaah untuk lebih mendakwahkan dan menyiarkan Islam menjadi semakin meningkat, minimal dalam lingkungan keluarganya.

Ibadah haji memiliki nilai terutama mengenai HAM. Salah satu pelajaran penting dari ibadah haji adalah pidato para nabi yang isi khutbahnya adalah sebagai berikut : “ Rasulullah SAW bersabda ketika beliau sedang menyampaikan khutbah kepada para sahabat, wahai manusia sekalian ! Sesungguhnya Tuhanmu adalah satu. Setiap kalian berasal dari Adam, sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Orang yang paling mulia diantara kalian adalah yang paling bertaqwa. Tidak ada keutamaan bagi orang Arab  atas non Arab dan sebaliknya tidak ada keutamaan non Arab atas orang Arab, juga tidak ada keutamaan orang berkulit merah atas orang yang berkulit putih, demikian juga sebaliknya kecuali karena ketaqwaannya. Ingatlah bukan aku telah menyampaikan ini semua ?! Ya allah saksikanlah ini. Dan hendaknya yang hadir disini menyampaikannya kepada yang tidak hadi”r. (HR. Ibnu Hisyam)

Diakhir khutbahnya khatib menyampaikan bahwa, musim haji pada tahun ini dimana banyak diantara saudara kita yang berangkat , mudah-mudahan dapat memberikan perubahan yang bermuara pada kesalehan sosial, semangat saling membantu terutama kepada orang yang membutuhkan

Setelah pelaksanaan salat Jumat dilanjutkan dengan dialog bada Jumat yang di pimpin oleh khotib Dr. Bambang Irawan,M.A yang diikuti oleh para jamaah yang selesai mengikutiu salat Jumat berjamaah.

MASJID AGUNG AT-TIN GELAR UPACARA PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE 69 REPUBLIK INDONESI

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan momen penting bagi bangsa Indonesia, hal ini sangat berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia. Mengingat sangat penting dan bersejarahnya hari tersebut, maka bangsa Indonesia setiap tahunnya selalu memperingati hari kemerdekaan itu. Bulan agustus merupakan bulan yang penting bangsa Indonesia, dikarenakan bulan tersebut awal terbebasnya belenggu penjajahan di Indonesia.

Untuk tetap selalau mengenang hari kemerdekaan itu segenap rakyat Indonesia selaluberlomba untuk memperingatinya dengan berbagai kegiatan. Dimulai dari penyelenggaraan upacara bendera sampai dengan berbagai lomba yang diselenggarakan oleh rakyat Indonesia untuk memeriahkan kemerdekaan tersebut.

Secara Nasional diselenggarakan upacara memperingati detik-detik proklamasi 17 Agustus dilaksanakan upacara di halaman istana negara di Jakarta dan bertindak sebagai inspektur upacara adalah Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Dalam memperingati hari bersejarah tersebut, Masjid At-Tin yang terletak di Jl. Raya Taman Mini Jakarta Timur juga menyelenggarakan upacara peringatan hari ulang tahun ke-69 Republik Indonesia bertempat di lapangan upacara Masjid At-Tin.

Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Wakil Ketua 1 Pelaksana Harian Masjid At-Tin Bapak H.M. Sutria Tubagus, adapun Komandan Upacara dijabat oleh Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Mayor Arm Djaeni. Perwira upacara Koordinator Satpam Serma Subroto, Pembaca teks Proklamasi Staf Perpustakaan Ustadz Satyo, Pembaca Pembukaan UUD 1945 Staf Humas dan Protokol Ustadz M Taufik serta Pembaca Doa Kasubid Laz / PHBI Ustadz Abdul Muis Beddu. SE.I.  Adapun pengibar bendera merah putih dilaksanakan oleh anggota Satuan Pengaman Masjid At-Tin yaitu Budi Faturahman, Subur dan Wahyudi Wibowo

Upacara tersebut juga dihadiri oleh Kabid  Sekretariat Bapak Jahrudin , Kabid Kepegawaian, Kabid Bendahara, Kabid Peribadatan, Kabid Perawatan dan Pemeliharaan dan Kabid Pendidikan serta dikuti pula oleh seluruh staf dan insan masjid At-Tin berjumlah 120 orang.

Dalam upacara tersebut di kibarkan bedera merah putih yang merupakan bendera kebangsaan Indonesia yang diiring oleh lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh peserta upacara.

Upacara dilaksanakan dengan tertib dan khidmat, seakan semua merasakan kemerdekaan ini yang telah dipersembahkan oleh para pendahulu bangsa Indonesia. ( may djaeni)

KEPALA BIDANG KEAMANAN DAN KETERTIBAN MASJID AGUNG AT-TIN

Nama        :    Djaeni

Tempat /Tanggal lahir    :  Bandung/20 April 1957

Kantor Asal       : Kepala Pelaksana Teknis Penerangan Kodam Jaya/Jayakarta

Alamat   : Kodam Jaya/Jayakarta Jln. Mayjen Sutoyo No.05 Cililitan Jakarta Timur

Alamat Rumah  : Jln. Raya Nagrak Ciangsana No. 11 Rt.04 Rw.04 Cikeas Nagrak Gunung Putri Bogor

Jabatan di Masjid Agung At-Tin   : Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Masjid Agung At-Tin

Ramadhan Bulan Jihad

Ramadhan Bulan Jihad

Oleh : Drs. H. Thobroni AG, MA

Dalam hitungan tanggal, tinggal beberapa hari lagi kita akan memasuki 1 Syawal 1435 H, ibadah Ramadhan Alhamdulillah dapat kita jalankan dengan segalan kesungguhan hati, secara syariah insya allah dapat kita jalankan dengan sempurna, namun apakah ibadah yang kita jalankan memberikan dalam hidup keseharian kita nantinya seusai Ramadhan, inilah yang di pesankan baginda Rasulullah SAW. Jangan sampai puasa kita tanpa pahala, hanya seukur lapar dan haus belaka.

Untuk itu mari kita merenung sejenak tentang keberadaan manusia di bumi ini yang mempunyai 2 potensi dalam kehidupan yakni buruk dan baik. Dalam al-quran surat As- Syams ayat 8-10 :

Yang artinya :Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Itulah suatu kenyataan dalam  hidup kita dibekali potensi besar yakni kefasikan atau kedurhakaan dan potensi baik atau ketakwaan.dengan potensi tersebut, maka manusia ketika sedang melakukan kedurhakaan, kezaliman, kesalahan, ketika itu hati tidak tenang, berontak, karena tidak sesuai dengan jiwanya. Hati berusaha untuk menghentikannya. Namun apadaya kadang amarah semakin menunjukan kuasanya.untuk itulah perlu adanya perjuangan yang dalam bahasa arab di sebut Jihad.

Jihad bukan sekedar perang dalam pengertian fisik, tapi dalam pengertian bathin yang kata nabi menggambarkannya dengan perang besar, ketika Rasulullah beserta para sahabat pulang dari perang badar yang dalam sejarah disebut perang sangat besar, tapi Rasulullah mengucapkan kata-kata yang tak diduga oleh para sahabat dengan sabdanya :

“Roja’na minal jihadil ashgor ilal jihadil akbar, jihadun nafsi”

“ Kita baru pulang dari perang yang kecil menuju perang yang besar yakni Jihadun Nafsi ( perang melawan hawa nafsu )”.ketika itu para sahabat menyadari betapa perang melawan hawa nafsu lebih berat ketimbang perang fisik.

Jihad merupakan perjuangan yang memerlukan kesungguhan dan merupakan bukti iman seseorang , firman Allah dalam surat Ali Imran : 142 :

Artinya : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, Padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.

Demikian terlihat bahwa Jihad merupakan cara yang di tetapkan Allah untuk menguji manusia.tampak pula kaitan yang sangat erat dengan kesabaran sebagai isyarat bahwa jihad adalah sesuatu yang sulit, memerlukan kesabaran serta ketabahan.

Dalam kaitan dengan kesabaran dan jihad inilah maka Ramadhan di sebut Syahru Shobri ( bulan kesabaran ).dengan berpuasa bulan Ramadhan kita berupaya semaksimal mungkin menjauhkan diri dari hal-hal yang membuat rusaknya pahala puasa , sampai-sampai kalau ada orang yang menantang untuk berantem, kita katakana Inni Shoim ( aku sedang berpuasa).

Maka karena itu didikan Ramadhan hendaknya dipelihara dengan sebaik-baiknya dan berlanjut diluar Ramadhan agar kita mendapat predikat orang yang sukses :

Dengan Jihad dan kesabaran yang tinggi, maka salah satu manfaatnya kita mendapat petunjuk jalan-jalan Allah, sebagaimana dalam Al-Quran surat al-ankabut : 69 :

Artinya : dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.

 

 

Marhaban Ya Ramadhan

 MARHABAN YAA RAMADHAN

Oleh: Abdul Muis Beddu, SE.I

Sebuah kalimat indah yang biasa diucapkan ketika tiba bulan suci Ramadhan yakni “Marhaban Yaa Ramadhan”  yang berarti “Selamat Datang Ramadhan”, ini mengandung arti bahwa kita menyambutnya dengan lapang dada, penuh kegembiraan, dan tidak menganggap kehadiran bulan Ramadhan mengganggu ketenangan atau suasana nyaman kita. Marhaban Yaa Ramadhan, kita ucapkan untuk bulan suci itu, karena kita mengharapkan agar jiwa raga kita diasah dan dididik agar lebih dekat kepada Allah Swt.

Lanjutkan membaca →

AGENDA KEGIATAN RAMADHAN 1435 H

Agenda Ramadhan 1435 H
Agenda Ramadhan 1435 H

Selain kegiatan diatas, Masjid Agung At-Tin juga bekerjasama dengan Harian Republika dalam acara Republika Ramadhan Fair (RRF) 2014 Tanggal 27 Juni – 25 Juli 2014.

Kegiatan RRF ini dimeriahkan dengan berbagai acara yaitu Ramadhan Great Sale (stand bazar buku murah, pakaian muslim dan lain-lain), Lomba Mewarnai Gambar tingkat SD, Lomba Foto Selfie, Ngobrol Komunitas Asosiasi Honda Jakarta, AXIC (Avanza Xenia Indonesia Club), Casting Film Seven Secrets dan lain sebagainya.

 

AMANAH

AMANAH

Oleh: Taum Puli AS.

Khutbah Jum’at, 13 Juni 2014

Amanah adalah istilah yang belakangan ini menjadi sangat populer karena selalu diucapkan oleh semua kalangan kelas sosial. Amanah diucapkankan yang kaya maupun yang miskin, yang yang di kota maupun yang di desa, yang memerintah maupun yang diperintah. Istilah yang sering dikorelasikan dengan kekuasaan dan materi. Itu sebabnya kita sering mendengar, “Si A tidak amanah?” Karena ia sedang berkuasa. Begitu juga, “Si B tidak amanah?” Karena ia mereduksi fungsi harta sehingga bermanfaat  hanya untuk diri dan keluarganya saja.

Lanjutkan membaca →

MEMAAFKAN ITU MENENTERAMKAN

Memberi maaf, sebenarnya tidak sulit, walaupun tidak bisa dikatakan mudah. Tidak sulit jika masalah yang terjadi hanyalah kasus-kasus yang ringan atau sepele. Begitu juga andaikan yang akan dimaafkan adalah orang tersayang, buah hati, anak dan keturunan. Dalam kasus seperti ini, memaafkan itu dapat dikatakan gampang. Namun bagaimana jika yang terjadi adalah kasus ‘berat’? Atau mereka yang akan dimaafkan tidak ada hubungan khusus dengan kita? Atau, mudahkah memaafkan mereka yang telah berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama? Untuk semua pertanyaan itu, jawaban yang muncul biasanya adalah, memaafkan itu berat.

Lanjutkan membaca →

MENSYUKURI NIKMAT MENJADI UMMAT NABI MUHAMMAD SAW

INTISARI KHUTBAH JUM’AT 10 Januari 2014

 Masjid Agung Attin Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta

Disampaikan Oleh Ustadz H. Abdul Rahman Bustomi, M.Pd.I.

 

MENSYUKURI NIKMAT MENJADI UMMAT NABI MUHAMMAD SAW

 

Jama’ah Jum’ah yang dirahmati Allah SWT.

Segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan kami ummat Nabi yang Engkau Kasihi Muhammad SAW. Kenikmatan yang tiada tara yang telah Engkau berikan kepada kami yang tak mungkin kami mampu menghitungnya.

Shalawat serta salam semoga tercurah pada baginda Rasulullah, juga untuk sahabat, dan keluarga serta pengikutnya hingga akhir jaman.

Jama’ah jum’ah yang dirahmati Allah.

Dalam sebuah dialog  antara Rasulullah SAW dengan sahabatnya,  salah seorang sahabat bertanya “Wahai Rasul  “Apa sesungguhnya yang melatarbelakangi kerasulan Engkau ?” Rasulullah menjawab; Sesungguhnya aku di sisi Allah SWT sudah tertulis sebagai penutup para Nabi  sementara Adam masih dalam proses pembentukan tanah, dan aku akan berikan kabar kepada mu sekalian tentang sesuatu yang lebih awal dari itu : (dari Irbad bin Syariyah)

Lanjutkan membaca →

Ketika Kita Berusia Lebih Dari 40 Tahun

KETIKA KITA BERUSIA LEBIH DARI 40 TH

Allah SWT menyebut secara khusus usia  40 th dalam Al-Quran, hal ini menunjukkan adanya pesan penting yang harus kita perhatikan.

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya,ibunya mengandungnya dengan susah payah,dan melahirkannya dengan susah payah (pula).Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan,sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: ”Ya Tuhanku,tunjukilah aku mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal saleh yang Engkau ridhai;berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi  kebaikan ) kepada anak cucuku. Sesungguhnya  aku bertaubat  kepada  Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. (QS. Al-Ahqof: 15 )

Lanjutkan membaca →