Jadilah Satuan Pengamanan Masjid Yang Baik dan Tegas

¬†” Jadilah anggota Satuan Pengamanan Masjid Agung At-Tin yang baik memiliki karakter dan berprilaku serta penuh etika dalam menjalankan tugasnya. Satuan pengamanan merupakan bagian yang sangat penting bagi sebuah organisasi, karena unsur aman akan sangat berpengaruh terhadap lingkungan tempat bekerja. Satuan Pengamanan terutama di sebuah tempat peribadatan seperti Masjid Agung At-Tin ini memiliki arti tersendiri, terutama bagi kepentingan para jamaah yang akan melaksanakan ibadah di tempat ini. Keamanan merupakan sesuatu hal yang sangat di butuhkan untuk ketenangan dalam melaksanakan ibadah, sehingga yang beribadah akan lebih khusu lagi “, demikian yang disampaikan oleh Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Masjid Agung At-Tin dalam amanatnya pada upacara penutupan latihan penyegaran Satuan Pengamanan Masjid Agung At-Tin bertempat di lapangan upacara Masjid Agung At-Tin Jl, Taya TMII Jakarta Timur. Jumat (05/09).

Kegiatan latihan penyegaran Satuan Pengamanan Masjid Agung At-Tin yang dilaksanakan mulai tanggal 01 September sampai dengan05 September  2014 yang diikuti 32 personel satuan pengamanan Masjid Agung At-Tin dan Cendana dengan materi Peraturan Baris Berbaris, Peraturan Penghormatan, Bintal & Ideologo serta Pembinaan Jasmani secara resmi telah di tutup oleh Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Masjid Agung At-Tin Mayor Djaeni. Penutupan kegiatan ini dilaksanakan dalam sebuah upacara latihan yang dihadiri oleh para Kabid dan Kasubdit Masjid Agung At-Tin.

Lebih lanjut Inspektur Upacara menyampaikan bahwa, latihan ini merupakan penyegaran  anggota satuan pengamanan yang selalam ini belum melaksanakan penyegaran. Kegiatan ini telah dimanfaatkan oleh seluruh anggota untuk mengingat-ingat kembali hal-hal yang berkaitan dengan keimanan dan ketaqwaan, pembinaan jasmani, tugas dan tanggung jawab pekerjaan serta meningkatkan kemampuan dalam hal baris berbaris serta penghormatan. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat serta dapat meningkatkan kinerja.

Inspektur Upacara menegaskan bahwa, setelah selesai melaksanakan latihan penyegaran ini bukan berarti selesai juga latihan, tetapi harus dilakukan dan di aplikasikan dilapangan secara terus menerus dan berkesinambungan. Materi selama melaksanakan latihan jadikanlah sebagai bekal menjalankan tugas dilapangan.

Setelah selesai upacara dilanjutkan dengan perlombaan materi-materi yang telah diajarkan oleh pelatih dan bagi kelompok yang hasilnya terbaik mendapatkan penghargaan.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *